Tampilkan postingan dengan label cerita kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita kami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2014

Thanks to Mba Dian :)

Nah, kali ini kami akan bercerita tentang salah satu donatur yang seriing mengirim buku&majalah untuk Rumah Mentari.

Suatu hari, tiba-tiba ada komen di akun facebook kami (yang sekarang sedang mati suri hehehhe), menanyakan boleh ngga kirim buku, belum lama komennya dibalas kemudian ada telp dari nomor tidak dikenal. Beliau yang berlogat Jakarte banget ini ternyata yang tadi komen di facebook itu, menawarkan majalah dan buku anak-anak untuk dikirimkan ke Rumah Mentari. Wah ya jelas diterima dengan senang hati lah ya. 

Beliau ini namanya mba Dian, bertempat tinggal di Jakarta. Bersama dua jagoannya, Bebeh dan Ozan (dan ayah mereka tentunya :) ) Mba Dian ini sering sekali mengirim buku dan majalah untuk kami. Ada majalah Mombi, XY Kids, Cars, dll, yang cowok banget. Pernah juga menjadi perpanjangan tangan Majalah Aku Anak Saleh dan mengirimkannya untuk RM dan TBA-TBA lain. Eh, kirim toys juga pernah lhoo :).
Mba Dian sekeluarga *maaf ya kudownload fotonya tanpa ijin dulu :)

Sayangnya, walaupun sering berhubungan lewat sms, atau pm di facebook (duluu), kami belum pernah bertemu. Waktu sudah janjian untuk ketemuan waktu ada acara 1001Buku di Jakarta, eee ngga jadi juga, "berkat" travel yang ngga jelas jamnya :(. 

All in all, kami bersyukur sekali Tuhan mengirimkan bantuannya lewat mba Dian ini. Semoga berkat Tuhan selalu melimpah untuk mba Dian sekeluarga, semoga dua jagoannya --Bebeh&Ozan-- selalu sehat dan semakin cerdas, semoga rencana-rencana baiknya selalu diberi jalan oleh-Nya (amin). 

Oiya, hari ini dengar cerita bahwa mba Dian mau membuka les calistung berlabel Rumah Belajar Bunda, semoga sukses ya mba :)
 
Beberapa buku dan mainan yang dikirim oleh mba Dian
Ini juga buku kiriman mba Dian :)

Rabu, 15 Agustus 2012

Thank You #1

Dua hari ini, Rumah Mentari senaaaang banget.
Kenapa?
Karena ada dua paket yang datang ke Rumah Mentari.
Paket pertama datang dari Jaringan 1001Buku, berisi 100 lebih buku dan majalah, beberapa bukunya malah masih baru-baru dan bagus-bagus. Ada buku tentang lingkungan (our favorite!), dongeng, life-skill, novel remaja, novel anak, dan masih banyak lagi.
Paket kedua datang dari Theresia Anik Soetaryo, she's an online book-seller, writer and a career woman.
Kami kenal dengan Mbak Anik karena Imma Mukti pernah beli buku dari beliau.
Paket dari Mbak Anik berisi buku-buku novel seri Hardy Boys, Fear Street, Enid Blyton, Hilman, dan masih banyak lagi, serta komik lebar Smurf, Yalek, Gigantika, Gaston, Spirou dan yang lainnya.
Terimakasih tak terhingga dari Rumah Mentari untuk para donatur dan relawan 1001Buku dan Mbak Anik yang sudah bersedia meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dana untuk membantu kami, semoga Anda semua selalu sehat, diberi rejeki yang berlimpah, dan sukses!
God Bless You :)

Fotonya menyusul yaa..
Dan juga sumbangan dari sahabat Rumah Mentari yang lain akan kami post secepatnya :)

Jumat, 08 Juni 2012

Minat Baca Rendah?

Banyak orang selalu bilang bahwa minat baca anak-anak rendah.
Itu juga yg salah satu teman saya katakan kepada saya ketika saya bercerita saya akan mendirikan sebuah TBM. Benarkah?
Setahu saya, membaca adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan itu harus dilatih sesering mungkin agar benar-benar menjadi kebiasaan seumur hidup. Kalau dibilang minat baca anak-anak rendah, bisa jadi karena sejak awal tidak ada buku yang bisa mereka baca.
Seperti di TBM Rumah Mentari sendiri, awalnya hanya sedikiiit sekali anak-anak yang mau datang. Kalaupun datang hanya untuk melihat gambar tapi tidak membaca bukunya. Sekarang seiring waktu berjalan, akhirnya anak-anak suka juga membaca, dibuktikan dengan semakin banyaknya peminjam yang tercatat di buku peminjaman.
Jadi, yakinkah Anda bahwa minat baca anak-anak rendah? Think again :)

Selasa, 05 Juni 2012

The Origin Of TBM Rumah Mentari

Dulu ngga pernah kebayang bakal punya sebuah TBM seperti sekarang ini. 
Pernah sih punya keinginan untuk punya sebuah persewaan buku, tapi berhubung modalnya harus gede dan buku-buku dirumah sangat ngga cukup banyak akhirnya dikuburlah keinginan itu dalam-dalam hehehehe.
Setelah agak lama, dipikir-pikir daripada buku-buku di rumah nganggur&mubazir ngga ada yang baca karena kalau baca sekali trus udah ngga dipegang lagi, akhirnya kepikiran untuk membuka sebuah Taman Bacaan Masyarakat. 
Kebetulan di sebelah rumah ada ruangan yang ngga dipakai, kebetulan udah ada buku dan majalah yang bisa dimanfaatkan, kebetulan ada saudara yang punya rak nganggur yang bisa dipinjam sementara sampai bisa beli rak sendiri, akhirnya dengan campur tangan Tuhan semua berjalan lancar. 
Maka jadilah, pada tanggal 1 Mei 2011 TBM Rumah Mentari resmi dibuka..hehehhe..walaupun tanpa ada pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng.
Harapannya, semoga TBM ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar, semoga bisa menjadi tempat berkumpul yang positif bagi anak-anak dan remaja di Dusun Wates ini. Amiiin. 

Senin, 28 Mei 2012

Lima Ratus Rupiah


Lima ratus rupiah. Pernah ngga kita semua membuang uang yg "cuma" lima ratus rupiah?
Padahal di Rumah Mentari, lima ratus rupiah tuh berharga. Kenapa? Karena..dengan lima ratus rupiah, anggota boleh meminjam 1 buku atau komik atau majalah. 1 buku bisa dipinjam 2 hari atau empat hari, tergantung tebal/tipisnya buku. Kemudian dari uang yang terkumpul dari peminjaman tadi, Rumah Mentari bisa membeli buku-buku baru lagi, sehingga koleksinya semakin bertambah. Bukunya ngga harus selalu beli baru, kadang-kadang Rumah Mentari juga mencari buku di loakan asal kondisi bukunya masih bagus dan layak baca. Jadi, mulai sekarang, jangan buang recehan Anda yaa... Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

PS: kalau Anda punya buku bekas maupun baru untuk disumbangkan, kami bersedia menerima sumbangan Anda dengan senang hati :).